Kado di Hari Internasional Penyandang Disabilitas 2012


3 Desember merupakan hari istimewa bagi sebagian penyandang disabilitas di belahan dunia setelah PBB menetapkannya menjadi Hari Internasional Penyandang Disabilitas. Tema yang diusung pun setiap tahun berbeda-beda guna mengangkat isu yang sedang berkembang. Hari Internasional Penyandang disabilitas tahun ini adalah Menghilangkan hambatan guna mewujudkan masyarakat yang inklusif dan aksesibel untuk semua”. Peringatan ini pun seharusnya berdampak pada perubahan sikap dan perilaku pemerintah dan masyarakat di tanah air bagaimana menghargai, menghormati, melindungi hak-hak penyandang disabilitas itu sendiri.

Sungguh ironi ketika hingar bingar kemeriahan peringatan ada banyak penyandang disabilitas nan jauh di pelosok sana belum memahami hak mereka, belum mengerti bahwa hak mereka sudah dijamin ditingkat Internasional dan Nasional bahkan sudah ada di beberapa daerah yang memiliki peraturan yang mengatur hak-hak penyandang disabilitass.

Di luar sana masih banyak yang mengalami kesulitan baik dalam hal ekonomi, pendidikan dan juga kesehatan. Saya punya kawan yang  kebingungan mencari kerja, saya masih punya kawan yang kesulitan mendapatkan pengobatan tulang belakangnya untuk dioperasi, keluarganya tidak sanggup membiayai pengobatan yang begitu mahal. Ketika berusaha mengajukan jaminan kesehatan, sulitnya minta ampun sampai akhirnya ada pihak LSM yang mau membantu carikan jalan keluar untuk mengoperasinya. Kawan saya terbaring 3 tahun lebih di rumahnya seperti yang saya alami 10 tahun lalu tanpa ada pihak pemerintah yang peduli.

Di tanggal 3 Desember itu pula saya menerima sebuah surat melalui sebuah media yang isinya sangat membuat saya marah, kesal dan ingin menangis rasanya. Rakyat jelata di tanah air ini kerap menjadi korban keganasan, keserakahan orang-orang yang punya kekuatan baik uang maupun politik.

Melalui blog ini saya sampaikan apa yang menjadi masalah dari salah seorang penyandang disabilitas yang menyandang paraplegia.

Kamir Subroto
Kami Cacat Fisik tapi tidak Cacat Semangat Berjuang !
Kp.Gudang RT03/RW07 Kelurahan Ranggamekar Kecamatan
Bogor Selatan Kota Bogor
http://www.facebook.com/kamir.subroto
Email: kamir.subroto@gmail.com

“Tiap-tiap warga negara berhak atas pekerjaan dan penghidupan yang layak bagi kemanusiaan.”(Ayat 2 Pasal 27 Undang-Undang Dasar Republik Indonesia)

“Tiap-tiap warga-negara Indonesia, baik laki-laki maupun wanita mempunyai kesempatan yang sama untuk memperoleh sesuatu hak atas tanah serta untuk mendapat manfaat dan hasilnya, baik bagi diri sendiri maupun keluarganya.” (Ayat 2 Pasal 9 UU No.5/1960)

“Negara Republik Indonesia mengakui dan menjunjung tinggi hak asasi manusia dan kebebasan dasar manusia sebagai hak yang secara kodrat melekat pada dan tidak terpisahkan dari manusia, yang harus dilindungi, dihormati, dan ditegakkan demi peringatan martabat kemanusiaan, kesejahteraan, kebahagiaan, dan kecerdasan serta keadilan.”  (Pasal 2 UU No.39/1999)

“Pemerintah dan/atau masyarakat berkewajiban mengupayakan terwujudnya hak-hak penyandang cacat.” (Pasal 8 UU No.4/1997)

Tolong-lah ! Selamatkan Martabat manusia dan Hak untuk hidup kami yang telah dirampok/dirampas oleh PT GAP yang berlogo Bakrieland

Pada Hari ini, 3 Desember 2012 Hari Penyandang Cacat Internasional

~ S.O.S. (Save Our Souls)~ Ini terbuka untuk diajukan kepada Yang Terhormat :

Bapak Presiden Republik Indonesia

Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia

Komisi Nasional Hak Asasi Manusia Republik Indonesia

Ibu Hj. Ani Susilo Bambang Yudhoyono

Bapak H. Aburizal Bakrie

Dengan Hormat.

Kami : Kamir Subroto, 68 tahun, beralamat di Kp.Gudang RT03/RW07 Kelurahan Ranggamekar Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor, dengan ini dan segala kerendahan hati kami menghaturkan  hal-hal sebagai berikut :

  1. Bahwa kami adalah seorang Penyandang Cacat (paraplegia) yang pada tahun 1990 mengalami musibah menjadi lumpuh total, ketika itu anak-anak kami masih kecil dan kami hampir putus asa, tetapi di rehab serta dibina oleh dokter-dokter, kemudian di bantu dan didukung oleh masyarakat luas dan Pemerintah RI terutama Departemen Koperasi dan UKM Pusat secara langsung, akhirnya kami bisa menjadi usaha kecil yang mampu membeli tanah terletak di Kp. Pabuaran RT024/RW05 Desa/Kelurahan Pamoyanan Kecamatan Bogor Selatan Kota Bogor untuk mendapatkan hasilnya bagi sekeluarga, saat ini anak-anak kami sudah semuanya dapat mandiri, sehingga kami sangat bangga sebagai Warga Negara RI yang hidup di tanah air yang kita cintai.
  2. Bahwa walaupun kami sebagai seorang paraplegia yang sangat tua sehingga gampang menderita  decubitus dan harus sering berbaring diatas ranjang, tapi kami bisa melalui internet melihat dunia luar, pada hari libur dapat bermain sama anak dan cucu, bahkan supaya kami tidak perlu bolak-balik ke rumah sakit, dimana dokter dari Rumah Sakit PMI memberikan kami nomor BB yang dapat langsung berkonsultasi dan menanyakan tentang pengobatannya, sebagai pencandang cacat yang umur sudah cukup tua, terhadap kehidupuan sehari-hari ini kami sudah sangat puas dan merasa bahagia, tenang, tentram, dan nyaman.
  3. Tetapi kenyamanan kehidupan kami ini telah dihancurkan oleh PT Graha Andrasentra Propertindo (PT GAP) Jl. Bogor Nirwana Raya (Dreded-Pahlawan) Bogor yang telah menginjak-injak martabat kemanusiaan dan merampas/merampok hak atas tanah sertifikat hak milik No.517 seluas 1065 m2 milik kami :
    • Pada bulan April tahun 2012, kami melihat beredarnya iklan penjualan perumahan dan ruko dari PT GAP yang berlogo BAKRIELAND tersebut tanpa sepengtahuan kami telah sepihak / tanpa hak memasuki tanah milik kami tersebut ke dalam kawasan perumahan dan ruko Fusion Bogor Nirwana Residence untuk ditawar-jualkan kepada kalayak ramai/umum.
    • Pada tgl. 12-5-2012, kami melihat tanah milik kami tersebut telah di-Bulldozer dan tanah serta tanaman berupa padi telah hancur/berantakan, katanya perbuatan itu dilakukan pekerja dari proyek The Fusion  Bogor Nirwana Residence (BNR) milik PT GAP.
    • Pada tgl. 14-5-2012 kami mengirim surat tertulis kepada PT GAP untuk “Konfirmasi kebenaran pem-Bulldozer-an” tersebut, kemudian seseorang yang mengakui sebagai petugas Pelaksana Pembebasan Tanah dari PT. GAP Developer Perumahan Bogor Nirwana Residence (BNR) pada tgl. 24-5-2012 dan tgl.29-5-2012  datang ke kediaman kami dan menyampaikan kepada kami yang intinya adalah bahwa karena pihaknya tertipu didalam suatu kasus yang mengakibatkan pekerja BNR salah melakukan pem-Bulldozer-an terhadap tanah milik kami dan meminta kami agar bersedia menjual tanah milik kami tersebut kepada PT. GAP.
    • Pada tgl. 22-6-2012 kami menerima surat dari PT GAP tgl. 21 Juni 2012 tanpa nomor dengan perihal “Permohonan maaf” yang diantar oleh petugas PT GAP kepada kami untuk menyatakan maaf bahwa “sehubungan dengan ketidaksengajaan kami yang menyebabkan tanah/ lahan Bpk.Kamir Subroto” “menjadi terganggu keadaannya”.
    • Karena PT GAP hanya mengakui “tanah/ lahan” yang “menjadi terganggu keadaannya”, maka kami tidak dapat menerima permohonan maaf itu, kemudian kami dengan surat tertulis melaporkan perbuatan PT GAP tersebut kepada kepolisian dan minta pertanggung jawaban ke kantor PT GAP, tetapi kedatangan kami hanya dikepung oleh “pasukan” satpam dan petugas pembebasan tanah serta “calo” tanahnya dari pihak PT GAP.
    • Pada tgl.1-8-2012 petugas Pelaksana Pembebasan Tanah dari PT. GAP membawa SURAT TUGAS No.001/LA.BNR/III/2012 tanggal 01 Maret 2012 datang ke kediaman kami “KHUSUS Untuk melakukan penawaran/negosiasi/musyawarah” “serta menyelesaikan taransaksi jual-beli” atas tanah milik kami tersebut yang dikatakan “masuk dalam Izin Lokasi PT Graha Andrasentra Propertindo”.
    • Pada tanggal 9-8-2012 untuk memenuhi undangan/saran dari Pejabat Polresta Bogor, kami menghadiri suatu pertemuan yang ditengahi oleh Pejabat dan Petugas dari Polresta Bogor di kantor PT. GAP untuk bermusyawarah, dalam pertemuan itu PT GAP meminta masalah dozer dan membeli tanah diselesaikan sekaligus. Tetapi permintaan ini ditolak oleh kami dengan alasan masalah dozer harus diselesaikan terlebih dahulu, kemudian bila tanah milik kami tersebut benar-benar “masuk dalam Izin Lokasi PT Graha Andrasentra Propertindo”, baru bicara masalah pembebasan tanah. permintaan PT GAP tersebut juga ditolak oleh pihak Kepolisian yang mengatakan bahwa pihaknya hanya untuk menengahi musyawarah atas masalah pendozeran, mengenai jual-beli tanah bukan tugasnya dan bila sampai urusan jual-beli tanah, pihaknya akan langsung mundur dan tidak akan mencampuri urusan jual beli tanah. Yang akhirnya disepakati untuk melanjutkan musyawarah pada tgl.15-8-2012 di kediaman kami dengan tetap ditengahi/dijembatani oleh pihak kepolisian.
    • Tetapi PT GAP tidak memenuhi kesepakatan yang diucapkan di hadapan kepolisian bahkan pada tgl.8-9-2012 kami melihat tanah SHM No.517 milik kami tersebut telah di-Bulldozer lagi dan tanahnya telah digali/diratakan dan kami memperoleh sebuah foto copy surat tertanggal 3-9-2012 yang dibuat PT GAP kepada PT Bakomindo Utama untuk menginstruksikan “agar segera melakukan penggusuran atau perataan tanah” terhadap “tanah atas nama Ex. Milik Indra Cahya Wisesa” yaitu tanah SHM No.517 yang sebagai pemegang hak adalah anak kami bernama Indra Cahya Wisesa.
    • Pada tgl. 30-9-2012 Kantor Pertanahan Kota Bogor dengan Surat No.1621/7-8271/IX 2012 memberitahukan kepada kami antara lain tentang  “Berdasarkan data yang ada pada kantor kami SHM No.517 Pamoyanan tercatat atas nama INDRA CAHYA WISESA Tanggal Lahir 09-12-1986. SU tanggal 13-12-2001 No.208/PMY 2001 luas 1065 M2 diterbitkan tanggal 28 Januari 2002.” Dan kami juga telah melakukan pengecekan dan Plotting atas Sertifikat SHM No.517 di Kantor Pertanahan Kota Bogor.
    • Bahwa ternyata PT. GAP yang melakukan perataan / penggalian dan penggunaan / pemanfaatan terhadap tanah SHM No.517 milik kami tersebut hingga kini masih berlangsung,  bahkan telah menanam pipa saluran air dan membuat jalan untuk kepentingan perumahan dan pertokoan BNR diatas tanah milik kami tersebut.
    • Sebagai seorang penyandang cacat berhadapan dengan tindak kekerasan serta kepungan “pasukan” dan gerakan alat besar dari PT GAP, kami merasa sangat tidak berdaya, begitu pula juga merasa martabat kemanusiaan telah diinjak-injak dan hak atas tanah SHM 517 tersebut telah dirampas/dirampok oleh PT GAP yang berlogo Bakrieland !
  4. Mengingat Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat 2008 di Istana Negara, didalam sambutannya mengatakan : “Bangsa yang besar antara lain adalah bangsa yang menyayangi, peduli, dan memiliki kesetiakawanan social yang tinggi kepada para penyandang cacat dan membantu para penyandang cacat tersebut.”  maka pada Hari ini, 3 Desember 2012 Hari Penyandang Cacat Internasional, kami : seorang penyandang cacat dengan S.O.S. (Save Our Souls) yang terbuka ini meminta agar dapat diberikan perlindungan : Tolong-lah ! Selamatkan Martabat manusia dan Hak untuk hidup kami yang telah dirampok/dirampas oleh PT GAP yang berlogo Bakrieland.
  5. S.O.S. (Save Our Souls) yang terbuka ini juga dengan dalam bentuk foto copy atau WEB untuk disampaikan kepada Lembaga Negara/Pemerintah RI dan/NGO dan Instansi/pihak yang terkait atau peduli para penyandang cacat untuk mohon agar diberikan pertolongan/perlindungan.

Khususnya juga disampaikan kepada Pemegang Saham Bakrieland dengan kata dari dalam hati saya : ketika anda menikmati keuntungannya, apakah sadar bahwa “keuntungan” itu telah dicampuri hasil perampasan/perampokan terhadap orang penyandang catat ?

Terima kasih atas perhatian dan pertolongan serta bantuannya. Dan kami bersedia untuk diperiksa dan diminta keterangan.

Bogor, 3 Desember 2012, Hari Penyandang Cacat Internasional

Hormat kami,

ttd

Kamir Subroto

S.O.S. ini  dan Daftar surat kami yang tersebut dibawah ini  juga terrmuat di  http://www.facebook.com/kamir.subroto

Urutan,Tgl, Nomor, Surat asli Kepada, Hal

1.        14-05-2012, KS-GAP-20120514, Direksi PT GAP, Konfirmasi kebenaran pem- Bulldozer-an

2.        05-06-2012, KS-GAP-20120605, Direksi PT GAP, Konfirmasi kebenaran pem- Bulldozer-an

3.        19-06-2012, KS-POL-20120619, KaPolresta Bogor, Laporan perbuatan Pem-Bulldozer-an terhadap tanah SHM No.517

4.        30-06-2012, KS-GAP-20120630, Direksi PT GAP, Konfirmasi kebenaran pem- Bulldozer-an

5.        07-07-2012, KS-POL-20120707, KaPolresta Bogor, Laporan perbuatan Pem-Bulldozer-an terhadap tanah SHM No.517

6.        23-07-2012, KS-POL-20120723, KaPolresta Bogor, Laporan perbuatan Pem-Bulldozer-an terhadap tanah SHM No.517

7.        25-07-2012, KS-GAP-20120725, Direksi PT GAP, Penawaran Perdamaian

8.        01-08-2012, KS-GAP-20120801, Direksi PT GAP, Penawaran Perdamaian

9.        10-09-2012, KS-POL-20120910, KaPolresta Bogor, Laporan Perbuatan Pem-Bulldozer-an Terhadap Tanah SHM No.517

10.     23-09-2012, KS-Bakrie-20120923, Bapak H. Aburizal Bakrie, Tolong selamatkan martabat dan hak hidup kami

11.     12-10-2012, KS-WaliKota-Pol-20121012, Walikota Bogor dan KaPolresta Bogor, Laporan Perbuatan Pem-Bulldozer-an Terhadap Tanah SHM No.517.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s