Surat pernyataan Sakit kembali muncul di Lion Air


Sore kemarin seorang kawan pengguna kursi roda melakukan perjalanan dari Denpasar, Bali menuju Jakarta. Pada saat check-in prosesnya lancar-lancar saja bahkan dibantu petugas untuk mendapatkan boarding pass. Seusai check-in dia langsung digiring ke ruang tunggu khusus penyandang cacat begitu tertera di papan nama menjelang pintu masuk.
Dua orang petugas perempuan mendampinginya menuju ruang tunggu. Setelah di dalam ruang tunggu, seorang petugas perempuan menyodorkan surat pernyataan yang sering kali disodorkan kepada penyandang disabilitas. Dengan halus teman saya menolak untuk menandatangani dengan menjelaskan bahwa ada perbedaan antara seorang yang sakit dengan seorang yang menyandang disabilitas.
Setelah dijelaskan petugas perempuan tersebut berlalu keluar ruangan dan tak berapa lama datang dengan dua orang petugas laki-laki. Setelah berhadapan dengan kawan tersebut, mereka berdua kembali meminta rekan saya untuk menandatangani surat pernyataan. Namun kawan saya tetap pada pendiriannya untuk tidak menandatangani surat pernyataan tersebut.
Setelah mereka berempat merasa tidak berhasil. Akhirnya mereka berlalu keluar ruangan.
Kawan saya tetap menunggu apakah gerangan yang akan mereka lakukan untuk mendapatkan tandatangannnya. Namun, sampai waktu boarding tiba ia tidak lagi diminta untuk menandatangani surat pernyataan sakit tersebut.
Belajar dari pengalaman kawan di atas sebaiknya rekan-rekan penyandang disabilitas harus berani menolak dan memberikan pengertian kepada petugas yang tidak mengerti apa yang sedang mereka lakukan dengan alasan menjalankan prosedur perusahaan.
Semoga kedepannya semua maskapai dapat memberikan pemahaman kepada para petugas di lapangan mengenai apa itu disabilitas.

Posted from WordPress for Android

2 pemikiran pada “Surat pernyataan Sakit kembali muncul di Lion Air

    • Dear Pak Iwan

      Terima kasih sudah berkunjung. Memang benar Pak petugas biasanya beralasan bahwa hal tersebut prosedur dari perusahaan, namun jika Bapak terangkan beberapa pasal di Yu No. 1Tentang Penerbangan tidak ada dijelaskan disana kita harus menandatangani surat pernyataan sepihak seperti itu. Bagi yang sedang sakit mungkin ya, namun harusnya juga sudah melalui rangkaian pemeriksaan medis bahwa benar dia sakit.
      Yang terjadi saat ini masih menyamakan disabilitas dengan sakit. Itu inti kenapa kita diperlakukan sebagai orang sakit.
      Namun dengan putusan pengadilan negeri Jakarta Pusat kemarin yang memenangkan alhamdulillah telah memenangkan kasus saya berarti sudah legal bahwa surat tersebut tidak lagi disodorkan kepada penyandang disabilitas.
      Semoga kedepannya akan lebih baik lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s