Kenaikan BBM Dapat Berdampak Bertambahnya Anak dengan Disabilitas


Seorang anak sedang dipakaikan alat bantu untuk bisa berjalan.

Belakangan tersiar kabar bahwa pemerintah akan menaikkan harga bahan bakar minyak untuk mengurangi subsidi. Sebagai gantinya, pemerintah akan memberikan santunan langsung kepada warga miskin.
Mengetahui kabar tersebut, aksi penolakan sudah terjadi di mana-mana dari mulai mahasiswa, lembaga swadaya masyarakat, serikat pekerja, ibu-ibu rumah tangga pun turut serta turun ke jalan. Kabarnya hari ini, 27 Maret 2012 akan terjadi demomstrasi besar-besaran di sejumlah titik di Jakarta.
Saya tidak ingin terlalu jauh menyikapi aksi yang akan dilakukan oleh berbagai kalangan. Saya hanya ingin menyampaikan bahwa akan ada dampak terhadap peningkatan jumlah anak dengan disabilitas.
Dengan kondisi ekonomi saat ini masih banyak terjadi lumpuh layu kepada anak-anak di pinggiran kota dan beberapa propinsi akibat kekurangan nutrisi.

Beberapa hari lalu saya berkesempatan untuk menemui beberapa keluarga yang berada di kelurahan Curug. Di sana masih ada anak-anak belum mampu berjalan walaupun sudah berusia 4 sampai 5 tahun. Namun setelah ditangani oleh beberapa relawan, lambat laun mereka mulai bisa nenapakkan kakinya dan belajar berjalan.
Kekurangan nutrisi akan berdampak kepada tumbuh kembang si anak. Bagaimana dengan makin sulitnya ekonomi di negara ini yang tidak berpihak kepada rakyat kecil? Saya sudah punya firasat akan makin banyak balita dari keluarga tidak mampu berpotensi kekurangan nutrisi. Ingat lagu Iwan Fals yang menyebutkan “BBM naik tinggi susu tak terbeli orang pintar tarik subsidi anak kami kurang gizi”. Ekonomi di tanah air ini hanya berpihak kepada mereka kalangan atas. Bagi mereka, seberapa besar jumlah kenaikan harga bahan pokok pun tidak akan menjadi masalah. Tetapi bagi yang berada di kalangan bawah, untuk bisa makan 3 kali sehari dengan menu ideal sangatlah sulit.
Saya sering melihat beberapa program televisi yang menampilkan potret nyata kehidupan warga miskin di ibukota maupun nan jauh di pelosok sana. Mereka sulit mencari penghidupan sehingga hanya bisa makan seadanya tanpa memerhatikan unsur empat sehat lima sempurna.
Dengan akan naiknya BBM, beberapa harga kebutuhan pokok sudah merangkak naik. Bagaimana jika sudah dinaikkan nanti? Pastinya harga kebutuhan pokok akan makin mencekik leher warga miskin di tanah air.
Sekalipun nanti akan adanya konvensasi dengan bantuan langsung tunai, mereka tidak akan banyak terbantu karena nilainya pun tidak seberapa dan belum lagi dengan kecurangan yang dilakukan oleh oknum pemerintah dengan menggelapkan dana tersebut.
Dengan kondisi ini kembali kita hanya berharap kepada pemerintah untuk lebih berpihak kepada rakyat jelata dalam setiap mengeluarkan kebijakan.

Posted from WordPress for Android

2 pemikiran pada “Kenaikan BBM Dapat Berdampak Bertambahnya Anak dengan Disabilitas

  1. kenaikan bbm memang sangat tidak menyejahterakan masyarakat, seharusnya pemerintah mengambil solusi atau alternatif lain untuk menutupi “kerugian ” yang dialami oleh pemerintah.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s