Trotoar Kehilangan Fungsi Aslinya


Courtesy  : Youtube

Mencermati kondisi jalan raya di Jakarta saat ini, saya sebagai pengguna kursi roda yang sering bepergian seorang diri menyusuri jalanan di ibukota semakin prihatin rasanya. Tahun lalu saya sempat membuat tulisan berjudul “Kenyamanan di jalan raya yang telah tiada” atas dasar keprihatinan akan buruknya perilaku pengguna jalan di ibukota, terutama para pengendara motor. Pada saat itu saya sempat mengabadikan para pengendara motor nekad melewati jalur pedestrian atau trotoar yang merupakan hak mereka para pejalan kaki dengan alasan jalanan macet parah.

Setiap hari saya menyaksikan pemandangan tidak sedap itu disaat berangkat bekerja. Begitu pun dengan sore hari, pemandangannya tak kalah menyedihkan dengan kondisi dipagi hari.

Pemerintah melalui aparat kepolisian nampaknya sudah kewalahan menangani kondisi jalanan ibukota dengan membiarkan aneka ulah dari pengguna kendaraan bermotor semakin menjadi-jadi.

Beda halnya dengan kondisi trotoar yang pernah saya lalui pada saat berkesempatan berkunjung ke Taiwan dalam rangka mengikuti perlombaan Tennis. Berjalan di trotoar merupakan hal yang nyaman bagi semua penggunanya termasuk mereka para pejalan kaki yang bergegas menuju tempat beraktivitas. Kondisi di sana sangat berbeda sekali dengan di Jakarta dan beberapa kota besar di Indonesia.

Dari keprihatinan tersebut, muncullah koalisi pejalan kaki yang peduli terhadap pengembalian fungsi trotoar sebagai sarana pejalan kaki. Aksi ini sangat baik dan berani tentunya. Saya sebagai pengguna kursi roda sangat mendukung upaya tersebut sehingga pedestrian bisa digunakan dengan nyaman oleh semua orang termasuk para penyandang disabilitas.

Dari yang saya baca, anggota koalisi melakukan penghadangan kepada para pengendar motor yang nekad melewati trotoar. Dan dengan aksi mereka, Gubernur DKI memberikan pernyataan akan menertibkan trotoar dibulan April.

Semoga.

Satu pemikiran pada “Trotoar Kehilangan Fungsi Aslinya

  1. manusia Indonesia kalau cuma dihimbau tidak akian tergerak hatinya. Untuk penegakan aturan harus sistemnya yang diperbaiki. dalam hal ini agar trotoar tidak diserobot pengendara sepeda motor maka diujung-ujung trotoar harus dibuat penghalang misalnya dari besi (rawan dicuri) atau beton agar sepeda motor tidak bisa lewat tetapi pejalan kani tetap bisa lewat. Biayanya kita cari bersama-sama (donatur), pasti banyak yang mendukung.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s