Perjalanan Naik “Bis Kota” Busway


Kemarin, Kamis, 08/07, hujan mengguyur kota Jakarta. Seperti biasa jika hujan turun, maka, jalanan di mana-mana jadi macet. Penyebabnya tidak lain salah satunya adalah para pengendara motor yang berhenti di bawah kolong-kolong jembatan untuk berteduh.

Saya tidak akan mengomentari hal tersebut namun, saya ingin bercerita kembali seputar perjalanan saya menggunakan sarana transportasi busway.

Jam 12 lewat, saya berada di Kementerian PAN di jalan Jend. Sudirman. Setelah itu saya harus kembali ke Cempaka Putih. Karena kementerian PAN cukup dekat dengan halte busway Bunderan  Senayan, maka, saya pun segera menaiki ramp yang belum bisa dikatakan akses karena masih terlalu curam.

Sesampainya di halte, saya membayar tiket lalu masuk lewat pintu Petugas, karena seperti biasa, pintu otomatis tidak muat untuk kursi roda. Anehnya, setelah saya masuk, petugas yang ada di dalam halte tersebut diam saja. Tidak ada pertanyaan atau pun bantuan yang saya terima sekalipun di dalam halte sudah penuh sesak antrian penumpang. Sepertinya kedatangan armada sangat terlambat sehingga penumpang berjubel hingga mengahalangi pintu keluar sebelahnya.

Melihat perilaku petugas yang cuek, saya pun mengambil inisiatif untuk naik bis yang menuju arah Blok M dengan tujuan supaya bisa mendapatkan prioritas. Saya turun di halte Masjid Agung. Di sana hanya ada sekitar 10 orang yang mengantri. Ketika saya turun langsung menuju pintu sebelah dan ikut mengantri. Senangnya, penumpang yang sudah antri di sana lebih mendahulukan saya untuk naik. Akhirnya, saya pun bisa naik dengan leluasa walaupun di dalam bis sudah agak penuh penumpang.

Sesampainya di halte Bunderan Senayan tempat di mana saya tadi berada. Kekacauan mulai terasa. Penumpang yang berjubel di halte memaksa masuk walaupun di dalam bis sudah cukup penuh. Di belakang saya ada beberapa wanita yang selalu mengaduh karena terjepit ketika bis berhenti tidak dengan pengereman sempurna. Beberapa penumpang saya dengar berkomentar menganalogikan busway seperti bis kota regular. Saya rasa komentar tersebut tidak terlalu salah, mengingat kenyataan mengatakan demikian.

Saya perihatin dengan kondisi tersebut karena penyandang disabilitas akan sulit mengakses transportasi yang kondisinya seperti itu.

Dengan penuhnya penumpang, saya harus merelakan diri turun di Harmoni yang seharusnya saya turun untuk transit ti Dukuh Atas menuju Pramuka. Dari Harmoni saya naik bis jurusan Pulogadung untuk transit di Senen, namun sayang, halte Senen tidak akses untuk kursi roda, lagi-lagi saya harus rela turun di Bermis untuk dapat kembali ke Matraman dengan menggunakan koridor 4 Dukuh Atas-Pulogadung.

Beruntung koridor 4 selama ini menjadi yang terbaik untuk urusan merapat ke halte. Bukan sekali dua kali saya menggunakan koridor 4, semua bis merapat dengan baik sehingga saya tidak perlu di dorong atau pun digotong. Saya kira hal ini patut diapresiasi karena merupakan sebuah komitmen dari para Juru Mudi untuk melayani dengan sebaik  dan seaman mungkin bagi penumpangnya. Dengan kerapatan yang aman, bukan saja kursi roda bisa lewat dengan mudah, tetapi juga para penumpang lain non-penyandang disabilitas lebih aman tidak akan terperosok.

Salut bagi pengelola Koridor 4!!!

Setelah hampir 2 jam berjuang naik busway, akhirnya saya pun tiba di Cempaka Putih dengan selamat. Saya turun di halte Pramuka BPKP yang cukup akses baik rampnya maupun trotoarnya.

5 pemikiran pada “Perjalanan Naik “Bis Kota” Busway

  1. saya tidak pernah bisa menahan diri untuk tidak mengobel kepada semua petugas TransJakarta setiap kali ingin menggunakan layanan tersebut. Sayangnya jawaban mereka selalu terlalu formal, cuma minta maaf seraya berkata “cuma begini lah kemampuan kami dalam melayani teman teman berkebutuhan khusus” . ketika saya pertegas lagi dengan menanyakan Standar Operasional Prosedur di Bis TJ ini, jawabannya asik banget lho, “Silahkan Mas ngomong langsung dengan Direktur TJ”. wah wah wah… biar saya di cap mereka penumpang paling cerewet, asalkan bisa menggunakan Bis TJ dengan nyaman, siapa takut, matipun jadilah….(Let`s change our society for All )…Semangat Terus Bro.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s