Survey Aksesibilitas


Hari Kamis (06/05) kemarin, saya berkesempatan untuk mengunjungi Wisma Tanah Air dalam rangka survey aksesibilitas. Saya beserta Ibu Ariani (Ketua Umum HWPCI) dan juga Ir. Bambang Eryudawan dari Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Jakarta, melihat langsung fasilitas gedung pertemuan dan kamar-kamar yang tidak aksesibel. Terlebih kamar mandi dan toilet sangat tidak akses, karena selain ukuran pintu dan ruangan yang begitu sempit, juga masih menggunakan kloset jongkok dan tidak ada wastafel.

Pak Dono selaku pengelola mengakui begitu banyak fasilitas yang belum disediakan untuk penyandang disabilitas. Padahal, undang-undang No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang cacat sudah mensyaratkan kewajiban menyediakan aksesibilitas bagi setiap bangunan publik.

Ruang makan tidak tersedia akses juga untuk menuju toilet terdapat pembatas tanggul.

Menuju toilet tidak tersedia akses

Wisma Tanah Air merupakan Pusdiklat milik Kementerian Sosial RI yang sudah dibangun sejak tahun 1977. Beberapa bagian memang sudah mengalami renovasi namun, pihak kontraktor tidak memasukkan aksesibilitas pada desainnya. Terakhir kali di renovasi pada tahun 2009 dan masih dalam tahap penyelesaian, namun, belum juga menyentuh isu aksesibilitas. Terlihat dari ruangan makan yang sedang dibangun, tidak menyediakan akses buat pengguna kursi roda. Pak Bambang sempat curiga pada proses pembangunan tersebut kemungkinan tidak menggunakan jasa Arsitek , “saya mengira pembangunan gedung ini tidak melibatkan arsitek, sekali pun pake jasa seorang arsitek, ia bukanlah seorang yang menegrti konsep aksesibililtas.”

Pak Bambang Eryudawan selaku seorang arsitek yang konsen terhadap aksesibilitas menyampaikan keperihatinannya kepada saya, “saya pernah berbicara kepada Pak Sis (Ketua Umum PPCI) kenapa perjuangan aksesibilitas akhir-akhir ini melempem? sudah 10 tahun diperjuangkan semenjak dicanangkan Gerakan Aksesibilitas Umum Nasional 2000 oleh Presiden Abdurrahman Wahid, tetapi hasilnya masih nihil.”

Saya selaku penyandang disabilitas merasa terharu mendengar ucapan pak Bambang. Seorang arsitek begitu tulus membantu perjuangan penyandang disabilitas dalam hal aksesibilitas. Beliau sempat juga menganjurkan adanya class action guna menyedot perhatian pemerintah dan para steakholder beserta publik terhadap pentingnya aksesibilitas.

Selama ini banyak pihak terlalu menganggap remeh penyediaan aksesibilitas. Mereka beralasan penyandang disabilitas masih minim dan jarang berkunjung ke tempat mereka. Padahal, undang-undang tidak mengatur demikian, ada atau tidak pun penyandang disabilitas  yang berkunjung, setiap bangunan publik diharuskan menyediakan aksesibilitas kecuali bangunan yang diatur oleh undang-undang sebagai cagar budaya yang tidak boleh diubah.

Sebenarnya kunjungan ke Wisma Tanah Air merupakan rangkaian dari kunjungan kami bertiga ke Pusdiklat Kementerian Sosial. Pada hari Jum’at (23/04) yang lalu kami pun sudah mengunjungi Pusdiklat yang terletak di kawasan Margaguna, Jakarta Selatan. Dari hasil berkeliling didapati 80% fasilitas yang ada di sana tidak memenuhi standar aksesibilitas. Ironi memang, karena pembuat undang-undang adalah pemerintah tetapi, pemerintah sendiri belum menyediakan aksesibilitas sebagaimana tersirat di dalam undang-undang.

Beriktu foto-foto hasil survey kami:

Jalan menuju gedung pertemuan begitu curam sangat membahayakan pengguna kursi roda.

Jalan di sekitar Pusdiklat Margaguna

Ramp sangat curam, tidak akan bisa dilalui oleh pengguna kursi roda

Ramp di pusdiklat Margaguna, sangat curam

Pintu toilet tidak bisa dilalui oleh pengguna kursi roda. Standar lebar pintu ialah 90 cm.

Pintu toilet di Pusdiklat Margaguna

Ramp menuju kamar VIP sudah akses.

Ramp menuju kamar khusus VIP sudah akses

Toilet tidak bisa dilalui pengguna kursi roda

Lebar pintu tidak mencapai 60 cm, seharusnya 90 cm.

Belum banyak ramp yang disediakan untuk pengguna kursi roda sehingga harus dibantu dorong

Belum terdapat ramp untuk bisa dilalui pengguna kursi roda

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s