Potret Lalu Lintas Jakarta


Tali helm terjurai tidak diikat
Pengendara mengabaikan mengikat tali helmnya

Saat melintas di kawasan Manggarai, saya berkesempatan memotret beberapa pengendara motor “korban” razia helm SNI. Dari pengamatan saya sepanjang perjalanan, mayoritas pengendara terkesan asal-asalan dalam menggunakan helm. Bagaimana tidak, setelah polisi intensive merazia helm non-SNI, pengendara ketakutan dan memakai helm SNI, namun, dibalik semua itu masih terdapat kesalahan yang dilakukan pengendara motor. Helm yang mereka pakai tidak melindungi 100% tatkala tali pengamannya tidak terikat. Karena, jika suatu saat pengendara terjatuh, helm akan terlepas dan benturan akan tetap terjadi.

Saya kira sosialisasi helm SNI belum cukup efektif untuk penyadaran para pengendara motor. Saat ini mereka cenderung hanya mneghindarkan diri dari razia polisi dibanding menghindar dari cedera pada diri mereka.

Ada sebuah peristiwa yang menimpa teman saya pada waktu yang telah lalu. Kawan saya berniat mengunjungi kawan lamanya di sebuah kota, ia berangkat seorang diri dengan menggunakan motor, helm yang ia pakai pun sudah SNI. Disaat perjalanan pulang, ia sedikit lengah dan terjadi kecelakaan tunggal karena menghindari menabrak seorang penyeberang. Ia mengalami gegar otak ringan dan semua gigi depannya rontok. Di badannya hanya terdapat sedikit luka gores, yang terparah hanya di sekitar kepala dan wajah. Ternyata, helm yang ia gunakan terlepas karena tidak diikatnya.

Saya kira kawan saya tidak akan pernah melupakan peristiwa tersebut. Ia menyesali seumur hidup lalai dalam mengantisipasi keselamatan dirinya dalam berkendara. Karena peristiwa tersebut ia harus absen bekerja cukup lama. Dan gigi yang sekarang ia pakai 65% adalah gigi palsu. Padahal, belum seharusnya ia menggunakan gigi palsu mengingat usianya yang masih muda.

Mungkin bukan hanya cerita kawan saya saja yang kerap terjadi dalam kecelakaan nahas seperti itu. Akibat suatu kelalaian, maka akan terjadi akibat yang cukup fatal. Sudah saatnya para pengendara bermotor melihat peraturan yang ditegakkan sebagai suatu pendisiplinan diri dalam melakukan upaya meminimalisir angka korban kecelakaan lalu lintas.

Satu lagi yang sering dilupakan para pengendara motor, mereka suka lupa dengan hak orang lain dan juga anggota keluarga yang dibawa bersama. Banyak balita digendong ibunya, sementara ayahnya berkendara seperti seorang pembalap yang takut kalah dalam bertanding. Ada juga pemanfaatan trotoar sebagai alternatif menghindar dari kemacetan sekalipun melanggar aturan.

Semoga ke depan terjadi sebuah perubahan terhadap perilaku berlalu lintas yang lebih santun!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s