I Can Do It


Hidup dalam keadaan sempurna merupakan harapan dan impian semua orang, namun manusia hanyalah Pemilik asa, Tuhanlah yang mengatur semua hal di muka bumi ini.
Semua orang tua mengharapkan anak-anaknya terlahir sehat sempurna. Namun, adakalanya Tuhan memberikan ujian dengan memberikan seorang anak dengan keterbatasan fisik. Atau ketika lahir hingga ia besar sehat sempurna tanpa keterbatasan fisik, namun setelah remaja/dewasa ia mengalami kecelakaan atau terserang sebuah virus sehingga harus kehilangan fungsi organ tubuh.
Banyak sudah dua hal diatas terjadi pada semua anak manusia di belahan dunia manapun sehingga mengurai aneka kisah perjalanan hidupnya. Dengan modal semangat hidup dan perjuangan tida henti, tak sedikit dari mereka yang mempunyai keterbatasan fisik meraih sukses cemerlang dengan potensi yang dimilikinya.
Ada beberapa hal yang perlu dilakukan ketika kita atau kerabat kita tertimpa musibah seperti diatas, antara lain:

1. Tetap semangat
Segala sesuatu yang buruk tidaklah kita harapkan untuk menimpa kita, namun ketika ia hadir janganlah sampai patah semangat. Kita harus membuka mata hati kita dan lihatlah disekeliling kita pasti masih ada yang jauh lebih menderita dibanding kita. Kita harus percaya bahwa Tuhan pasti memberikan ujian sesuai dengan kesanggupan kita. dan yakin pulalah pasti ada pelajaran penting (hikmah) dari apa yang menimpa kita.

2. Beri semangat
Ketika peristiwa buruk tersebut menimpa sahabat / karib kerabat, maka orang-orang disekelilingnya harus memberi semangat tiada henti. Hal tersebut merupakan salah satu faktor pendukung bagi kelangsungan hidup yang bersangkutan. Karena dorongan moriil sangatlah dibutuhkan oleh setiap orang yang tengah tertimpa suatu musibah. Ajaklah senantiasa berbicara dari hati kehati dan tunjukkan kepadanya orang-orang yang lebih susah atau lebih menderita darinya.

3. Tidak mengucilkan / mendsikriminasi
Siapapun dia pasti tidak mau memiliki keterbatasan fisik, tetapi ketika terjadi pada orang-orang terdekat, janganlah memperlakukannya berbeda dengan mereka yang tidak memiliki keterbatasan fisik dan juga janganlah mengucilkannya dengan alasan apapun. Hal ini diatur dalam UUD 1945 Pasal 28 I ayat 2: “Setiap orang berhak bebas dari perlakuan diskriminatif atas dasar apapun dan berhak mendapatkan pelrindungan terhadap perilaku yang bersifat diskriminatif itu”. Dan juga pada Konvensi Hak Penyandang cacat Resolusi PBB No. 61/106 tahun 2006:
Pasal 5 Kesetaraan dan nondiskriminasi:
Ayat 1: negara-negara Pihak mengakui bahwa semua orang adalah setara di hadapan hukum dan berhak atas perlindungan dan keuntungan yang sama dari hukum tanpa diskriminasi apapun.
Ayat 2: Negara-negara Pihak harus melarang semua diskriminasi berdasrkan kecacatan dan menjamin perlindungan hukum yang setara dan efektif bagi orang-orang Penyandang cacat dari diskriminasi atas dasar apapun.
Pasal 4: langkah-langkah khusus yang dibutuhkan untuk mempercepat atau mencapai kesetaraan secara de facto bagi orang-orang Penyandang cacat tidak boleh dianggap sebagai diskriminasi atas dasar konvensi ini.
Pasal 17 Perlindungan terhadap integritas seseorang:
“Setiap orang Penyandang cacat memiliki hak atas penghormatan integritas fisik dan mentalnya atas dasar kesetaraan dengan orang-orang lainnya”.
Demikian beberapa yang mengatur mengenai perlindungan terhadap Penyandang cacat atau orang dengan kebutuhan khusus.

4. Berilah sarana aksesibilitas
Ini penting bagi setiap orang yang memiliki keterbatasan fisik (Penyandnag cacat), karena merupakan faktor pendukung yang sangat penting dalam kelangsungan hidupnya. Tanpa fasilitas yang aksesibel maka akan banyak kendala bagi mereka dalam melakukan segala hal dalam hidupnya. Penyediaan aksesibilitas inimerupakan kewajiban semua pihak, dari mulai keluarga, lingkungan masyarakat dan sampai ke tingkat Pemerintah.

Mengenai permasalahan aksesibilitas yang sangat mendasar ini telah banyak Peraturan dan Perundang-undangan baik nasional maupun internasional yang telah mengaturnya, diantaranya:
UUD 1945:
Pasal 28 H ayat 2:
“Setiap orang berhak mendapat kemudahan dan perlakuan khusus untuk memperoleh kesempatan dan manfaat yang sama guna mencapai persamaan keadilan”
Undang-undang RI No. 39 Tahun 1999 tentang HAM:
Pasal 5 ayat 3:
“Setiap orang yang termasuk kelompok masyarakat rentan berhak memperoleh perlakuan dan perlidungan berkenaan denga kekhususannya”
Pasal 41 ayat 2:
“Setiap Penyandang cacat, orang yang berusia lanjut, wanita hamil, dan anak-anak, berhak memperoleh kemudahan dan perlakuan khusus”
Pasal 42:
“setiap warga negara berusia lanjut, cacat fisik dan atau cacat mental berhak memperoleh perawatan, pendidikan, pelatihan, dan bantuan khusus atas biaya negara, untuk menjamin kehidupan yang layak sesuai dengan martabat kemanusiaannya, meningkatkan rasa percaya diri, dan kemampuan berpartisipasi dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”
Undang-undang No. 4 Tahun 1997 tentang Penyandang cacat:
BAB III Hak dan Kewajiban
Pasal 5:
“Setiap Penyandang mempunyai hak dan kesempatan yang sama dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan”
Pasal 7 ayat 1:
“Setiap Penyandang cacat mempunyai kewajiban yang sama dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara”
Pasal 8:
“Pemerintah dan / atau masyarakat berkewajiban mengupayakan hak-hak Penyandang cacat”
BAB IV Kesamaan Kesempatan
Pasal 9:
“Setiap Penyandang cacat mempunyai kesamaan kesempatan dalam aspek kehidupan dan penghidupan”
Pasal 10 ayat 1:
“Kesamaan kesempatan bagi Penyandang cacat dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan dilaksanakan melalui penyediaan aksesibilitas”
Ayat 2:
“Penyediaan aksesibilitas dimaksudkan untuk menciptakan keadaan dan lingkungan yang lebih menunjang Penyandang cacat dapat sepenuhnya hidup bermasyarakat”
Peraturan Pemerintah RI No. 43 Tahun 1998 tentang Upaya Peningkatan Kesejahteraan Sosial Penyandang Cacat:
Pasal 8:
:Pengadaan sarana dan prasarana umum yang diselenggarakan oleh Pemerintah dan masyarakat, wajib menyediakan aksesibilitas”
Mukadimah Konvensi Hak Penyandang cacat Resolusi PBB No.61/106 Tahun 2006 huruf (v): “Mengakui pentingnya aksesibilitas terhadap lingkungan fisik, sosial, ekonomi, dan budaya, terhadap pelayanan kesehatan dan pendidikan serta terhadap informasi dan komunikasi, untuk memampukan orang-orang Penyandang cacat agar dapat menikmati semua hak asasi manusia dan kebebasan mendasar.

Indonesia merupakan negara yang telah memiliki Perundang-undangan yang mengatur permasalahan Penyandang cacat dan juga ikut meratifikasi Resolusi-resolusi PBB, maka sudah selayaknyalah kehidupan Penyandang cacat atau orang berkebutuhan khusus dapat menikmati hidupnya dengan mudah, indah dan terarah.
Kedepan, Indonesia harus mensejajarkan diri dengan negara-negara tetangga yang telah lebih maju dalam menangani permasalahan Penyandang cacat. Untuk itu harus ada political will Pemerintah dengan segala kesungguhannya.

11 pemikiran pada “I Can Do It

  1. wow…
    2 thumbs 4 bLog’y pak..
    kerennnn..
    hehe

    smg aja yg baca bLog bpk bisa smangat Lg menjaLani hidup ini..
    =)

  2. hmmmm… mas ridwan lengkapin halaman about-nya donk masih template-nya wordpress tuhh….

    baru tau ternyata mas ridwan klo nulis bener2 ber-bobot, ok good luck yaa….

    from Difabel Motor Community …..

  3. You are so cool! I don’t think I’ve truly read anything like this
    before. So nice to find someone with a few original thoughts on this subject matter.

    Really.. thank you for starting this up. This site is one thing that is required on the internet, someone with some originality!

    • Thank you for your visit. This blog is just a personal experience that it’s not too precious.
      What I write has no academic value and lately I rarely update with one writing due to busy at work and I apologize for late reply to your comment.
      Once again thank you for your visit.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s