Saya terlahir di sebuah kampung di Sukabumi. Masa kecil saya lalui sebagaimana halnya orang kampung lainnya. Namun menjelang remaja, keindahan masanya harus terputus oleh sebuah musibah yang membawa saya pada sebuah kondisi yang sangat sulit. Setelah saya terjatuh dari pohon dan mengalami cidera di tulang belakang, mengharuskan saya duduk di kursi roda. Peristiwa tersebut terjadi tanggal 15 Agustus 1999, semuanya telah mengubah kehidupan saya.
Saat kecil saya habiskan waktu di kampung bernama Salakopi. Sekolah pun tidak jauh-jauh dari rumah. kebetulan di Salakopi ada sebuah Madrasah bernama MI Al-Husaeniyyah. Setelah lulus MI pun saya melanjutkan ke MTs Al-Husaeniyyah. Al-Husaeniyyah merupakan Yayasan yang bergerak dibidang pendidikan islam yang dikembangkan oleh Bapak Drs. Utom Bustomi (Alm).
Sekalipun kini keadaan saya tidak lagi sempurna tetapi, saya masih memiliki semangat hidup. Namun, keadaan fisik yang harus menggunakan alat bantu kursi roda menjadikan mobilitas saya terbatas dikala tidak ada aksesibilitas fisik bangunan ataupun transportasi yang tersedia.
Aksesibilitas menjadi hal penting bagi saya dan teman-teman yang senasib dengan saya. Sampai saat ini Pemerintah belum optimal dalam membangun aksesibilitas dalam segala aspek kehidupan.
Kegiatan saya saat ini aktif di sebuah NGO yang memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas. Saya banyak belajar selama bergabung dengan para senior yang telah lebih dulu berjuang untuk kepentingan penyandang disabilitas di Indonesia.
Saya menjabat sebagai Sekretaris II di Pusat Pemilihan Umum Akses Penyandang Cacat (PPUA Penca). Selain itu saya aktif juga sebagai simpatisan Himpunan Wanita Penyandang Cacat Indonesia (HWPCI).
Harapan saya, semoga kedepan pemerintah dan masyarakat mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap keberadaan Penyandang Disabilitas sehingga tidak lagi ada kesenjangan antara kehidupan penyandang disabilitas dengan yang non-penyandang disabilitas.
Semangat ya mas……. ^_^
Ga semua orang bisa melalui itu semua dengan baik, tapi mas ridwan bisa menunjukkan bahwa mas bisa, patut di aprisiasi . . . .
Salam kenal juga mas . . . tetep berjuang untuk meraih yang terbaik, aminnnn….
halo bapak atau mas saya panggilnya ya
makasih ya udah mampir di blog saya..
kunjungan balik dari saya nih
tukeran link ya, semoga tali persahabatannya bisa terus berlanjut ^^
semangat trus wan,lu masih inget gw ga??gw jg paraplegi,gw yg tinggal di bogor
Tentu masih ingat donk. wong kita dulu dirawat bareng. gimana kabar? salam buat Keluargamu, ya! kapan-kapan kita ngumpul, yuk!
dikira dah inget he5x,kbr bae,iya blh wan…salam jg utk tmn2 dpanti ya?
Kegiatanmu sekarang apa Drin? temen-temen ada yang ngajak ngumpul bareng tuh. masih inget Sastra Hidayat gak? Wahyu Kebayoran juga. sekarang dia udah nikah.
gw lagi ga ada kegiatan wan,gw lagi ada luka,jd harus bnyk tngkurep,iya gw kenal lah,sastra dah lama ga ktmu tuh,ogeto ya,salam aja klo ktmu mereka ya wan??
coba oleskan tipis tipis cream bepanthen Rp. 35 – 40 rb kedaerah yang luka setelah sembuh pakai baby cream rp. 11 – 12 rb. tapi harus rajin sih ngolesnya n agak lama juga sih. Insya Allah sembuh
selamat mencoba Mas
Wassalam
Salam kenal mas, bagus bgt blognya krn menginspirasi kita semua utk tetap bersemangat. Kpn2 mampir ya ke blog saya di crisanova.blogspot.com. thanks.
assalamialaokumm ,,
salam kenal mas,,
mas aq mw knln aq rangga sma kya mas cm sya ada flexus brachialis nya injury D,,,
skrg sya cm bebaring aj dtmpt tdur nunggu keajaiban dn nunggu panggilan aja,,,
^^>
mas klo kenal yudha yg jago catur tolongkasih tw no sya ya mas 08997226472,,
sblum nya mkasih bnyk jg oiya salamin jg buat pak budi yg satu rmh sakit difatmawati taun 2006,,
semagat, semangat, semangat,
Allah tidak membebani mahluk ciptaanNYA melebihi kemampuannya. OKE!
coba oleskan tipis tipis cream bepanthen Rp. 35 – 40 rb kedaerah yang luka setelah sembuh pakai baby cream rp. 11 – 12 rb. tapi harus rajin sih ngolesnya n agak lama juga sih. Insya Allah sembuh
flexus brachialis itu apa ?
selamat mencoba Mas
Two thumbs 4 u broooo…… salut ama semangatnya…..
mas, ayah saya memberi amanah untuk menyampaikan pesan ini setelah ayah saya melihat anda di televisi hari ini
“apa kabar wan? masih kenal saya? Pak Ratmoko?”
mohon maaf, bukan memberi, tapi diberi amanah oleh ayah saya. maaf typo -kukuh-
lam kenal ya. aku baru saja divonis paraplegi oleh dokter karena kecelakaan lalu lintas. aku sedang terpuruk bisa call saya untuk sekedar sharing
Hai mbak Miati
Sya turut berduka atas musibah yang menimpa mbak Miati. Dengan senang hati sy bisa share dengan mbak.
kirim nomor hp mbak ke rsumantri@hotmail.co.id
inysa Allah nanti saya hubungi