Setelah sekian lama saya sering bepergian menggunakan taksi, bisa disimpulkan bahwa tidak semua operator taksi melatih para sopirnya untuk melayani penyandang disabilitas. Hal itu bisa saya rasakan langsung ketika menggunakan taksi dari berbagai perusahaan. Sekalipun saya order langsung, tetapi kerap saja ada perlakuan sopir yang menunjukkan ketidak senangan harus mengangkat kursi roda saya. Berbeda dengan sopir-sopir dari Blue Bird yang kerap menunjukkan muka ramah dan selalu menyapa dengan lembut ketika saya menumpangi taksinya.
Pada hari Sabtu kemarin sepulang dari Bintaro, teman saya mengambil taksi dan ternyata taksi yang didapatnya adalah Blue Bird. Sekalipun di tengah panas terik, ia dengan senyum mengangkat kursi roda dan menanyakan cara melipatnya. Saya yakin perlakuannya seperti itu murni dari hati karena langsung menyentuh perasaan ini.
Suatu hari saya juga pernah menghentikan taksi Blue Bird yang ternyata sopirnya sudah menginjak masa pensiun. Walapun usia tidak muda lagi, ia tidak keberatan mengangkat krusi roda ke bagasi. Setelah selesai ia pun segera mengemudikan mobilnya sambil menyapa yang selanjutnya menanyakan tentang keadaan saya. Saya pun menjelaskan awal kejadian sampai saya harus duduk di kursi roda. Dengan ramah pula Ia menjawab pertanyaan yang saya ajukan kepadanya tentang pekerjaannya di Blure Bird. Ia menjelaskan bahwa sudah 10 tahun ini menjadi pegawai Blue Bird dan ia merasa bangga dengan pekerjaannya bisa bertemu dengan banyak orang.
Demikianlah suatu nilai yang patut ditiru oleh para pengendara taksi lainnya dalam bekerja. Saya kira sebuah sikap tidak patut ditunjukkan oleh seorang sopir taksi yang membanting pintu bagasi dan roda saya ketika menurunkannya. Sungguh saya selaku pengguna kursi roda tidak ingin lagi mendapati sopir yang terpaksa menaikkan saya.
Dan keberadaan Blue Bird juga patut diapresiasi oleh penyandang disabilitas, karena pada saat Focus Group Discussion di KOMNAS HAM tentang pelayanan transportasi umum, pihak manajemen menghadirkan utusannya walaupun tidak sampai acara diskusi selesai.
Sayaberharap kedepannya semua perusahaan armada taksi dapat melatih para sopirnya untuk mau melayani setiap penumpang tanpa kecuali penyandang disabilitas dengan ramah.